Microsoft Windows Imperialism
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
October 3 2009

Microsoft Windows Imperialism

“Apalagi ini?” Tentu pertanyaan ini muncul ketika membaca judul postingan di atas. Yang pasti ada penjelasan yang masuk akal atas judul tersebut terkait dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bahasan tentang imperialisme bukan sesuatu yang baru bagi yang sudah pernah berkunjung dan membaca salah satu artikel utama serta beberapa postingan lain di blog ini.

Imperialisme berasal dari kata imperium yang bermakna kekaisaran. Ada beberapa definisi tentang imperialisme yang bisa dirujuk untuk menjelaskan apa itu imperialisme. The Free Dictionary menyebutkan imperialisme sebagai, “Kebijakan untuk memperluas kewenangan sebuah bangsa dengan melakukan akuisisi teritorial atau dengan melakukan hegemoni ekonomi dan politik atas negara-negara lain. Sedang Merriam Webster OnLine mendefinisikan imperialisme sebagai, “Kebijakan, praktek, atau advokasi untuk memperluas kekuasaan dan kewenangan sebuah bangsa khususnya dengan melakukan akuisisi teritorial secara langsung atau secara tidak langsung dengan melakukan kontrol atas kehidupan ekonomi atau politik dari daerah lain; dalam pengertian luas: perluasan atau imposisi atas kekuasaan, kewenangan, atau pengaruh <perserikatan imperialisme>”.

Pada konteks kekinian, meski demokrasi sudah menjadi wacana global dan kekuasaan kekaisaran yang dulu diusung oleh monarki feodal tak lagi punya tempat di bumi ini, namun semangat imperialisme masih terus diimani hingga saat ini. Imperialisme mengejawantah dalam institusi-institusi baru yang diatasnamakan free market capitalism. Teknologi dan dana dalam jumlah sangat besar terkonsentrasi dalam institusi-institusi yang bernama MNC –Multinational Corporation– dan TNC –Transnational Corporation– dengan kekuasaanya yang tak terhingga atas pasar melintas batas negara.

Imperium-imperium baru inilah yang saat ini berkuasa atas teritorial yang bernama pasar di seluruh penjuru dunia. Dengan kekuatan teknologi dan dana yang dimiliki mereka tidak hanya mengatur ekonomi bahkan sangat mampu mengatur sebuah negara. Tak hanya itu, siapa yang akan menjadi Presiden, dan bagaimana kebijakan sistem politik dan ekonomi sebuah negara pun bisa mereka atur.

Di era teknologi informasi saat ini, selain kekuatan dana, kekuatan akan penguasaan teknologi menjadi hal yang utama. Anda tentu ingat bagaimana protokoler dan pengamanan presiden Amerika Serikat memaksa Obama untuk tidak menggunakan BlackBerry yang dibuat oleh perusahaan Canada yang bernama RIM –Research In Motion– dengan alasan keamanan.linux vs windows

Selain itu kebutuhan komputer dan internet sudah menjadi bagian yang terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern sekarang ini. Korespondensi pemerintahan dan bisnis hingga layanan jejaring sosial mampu membangun hubungan melintas batas negara.

Seiring dengan makin meningkatnya penggunaan komputer yang merambah hingga ke pelosok pedesaan, makin terbuka juga peluang pasar bisnis komputer yang tak kalah menjanjikan. Kebutuhan akan komputer tak hanya mensyaratkan adanya ketersediaan perangkat keras komputer, yang tak kalah penting juga adalah perangkat lunaknya.

Berbagai softwere aplikasi dan program komputer hadir menyerbu pasar. Namun satu hal yang terpenting adalah ketersediaan OS –Operating System–. Tanpa adanya OS, berbagai software aplikasi dan program tak bisa dijalankan pada komputer.

Pemain utama OS terbesar di dunia saat ini adalah Microsoft Corporation yang digawangi oleh sang maestro Bill Gates. Bill Gates dengan tangan dinginnya berhasil membangun Microsoft Corporation menjadi sebuah imperium bisnis yang mampu meraup pendapatan sebesar $ 15,06 miliar1/6 dari nilai APBN Indonesia 2008– pada kuartal fiskal yang berakhir 30 September 2008. Dari data terakhir per Juni 2009, Microsoft dengan OS berbayar andalannya yang bernama Windows dengan berbagai variannya menguasai hampir 93% pasar OS di seluruh dunia.

Produk resmi Windows sendiri berada di kisaran harga antara $120 s/d $260 untuk berbagai produk windows seperti antara lain XP Home, XP Pro, Vista, dan yang terbaru adalah Windows 7. Jika saja pukul rata harganya berkisar $190, maka jika dikalikan setiap komputer yang ada di Indonesia, maka akan muncul jumlah angka yang fantastis dimana itu adalah jumlah devisa kita yang terbang ke negeri paman Sam dan masuk ke kocek Bill Gates.

Dengan penguasaan pasar yang begitu dominan dan pendapatan yang sangat besar membuat Bill Gates disambut dengan gelaran karpet merah kenegaraan layaknya seorang kepala negara. Bahkan presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono merasa perlu hadir dan mendengarkan “kuliah” dari Bill Gates pada forum pleno Government Leaders Forum (GLF) yang diselenggarakan di Jakarta pada 9 Mei 2009.

Nampaknya bagi Bill Gates dan Microsoft Corporation, pendapatan senilai $15,06 miliar yang diterimanya tidak pernah cukup. Atas nama intellectual property right, mereka ingin terus menambah pundi-pundi uangnya dengan melakukan operasi penertiban dengan dukungan aparat dan instansi terkait atas penggunaan produk-produk Microsoft bajakan.

Apa yang dilakukan oleh Bill Gates dan Microsoft membawa kembali memory kolektif ke masa lalu mengenang bagaimana VOC - Vereenigde Oost-Indische Compagnie - melalui para Gubenur Jenderal Hindia Belanda berkolusi dengan para menak dan tuan tanah untuk memberlakukan tanam paksa terhadap para petani di bumi Nuswantara.

Sangat tepat jika dikatakan apa yang dilakukan oleh Microsoft Corporation adalah wajah baru dari Kolonialisme dan Imperialisme. Membeli produk OS Windows resmi buatan Microsoft, sama saja dengan menempatkan bangsa ini kembali seperti ketika VOC berkuasa di Nuswantara.

Tentu kita tak ingin mengulang sejarah untuk sekali lagi menjadi korban penindasan Kolonialisme dan Imperialisme. Sebagai bangsa yang taat “hukum”, kita juga tak ingin melawan hukum dengan menggunakan produk bajakan. Masih ada jalan tengah untuk menjadi bangsa yang berdaulat. Menggunakan OS open source yang tak berbayar adalah sebuah keniscayaan untuk kita keluar dari jerat Kolonialisme dan Imperialisme.

Linux adalah salah satu produk OS open source (tidak seperti Windows yang berbayar) yang memberikan banyak pilihan distro yang sangat bermacam. Salah satunya adalah BlankOn Linux yang dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) dan Komunitas Ubuntu Indonesia demi menghasilkan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan pengguna komputer umum di Indonesia.

Selain BlankOn, ada berbagai macam OS berbasis Linux seperti antara lain Ubuntu, Fedora, LinuxMint, OpenSUSE, Mandriva dan masih banyak lagi lainnya yang merupakan hasil dari kerja kolektif dari para pengembang dan pengguna Linux di seluruh dunia, yang kesemuanya bisa diunduh secara gratis dengan didukung oleh openoffice (kompatibel dengan microsoft office) serta berbagai software dan aplikasi program lainnya yang mumpuni.

Menggunakan Operating System berbasis open source adalah sebuah tindakan cerdas dalam upaya membebaskan diri dari ketertindasan teknologi informatika yang dilakukan oleh Windows Imperialism.

Diposting dengan openoffice word processor melalui remote publish, OS ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope.

Popularity: 12% [?]

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay
You can leave a response, or trackback from your own site.

4 Responses to “Microsoft Windows Imperialism”

  1. Andy MSE says:
    Browser Internet Explorer 8.0 Internet Explorer 8.0 OS GNU/Linux GNU/Linux

    beruntung saya sudah lama hanya pakai os legal…
    Andy MSE´s last blog ..gOS -analogi pipis- My ComLuv Profile

    [Berbalas Pantun]

  2. WordPress 2.8.5 WordPress 2.8.5

    [...] untuk memajukan Free Open Source Software (FOSS) di tanah air dan melepaskan diri dari cengkeraman Microsoft Windows Imperialisme. 0 people like this post. Like  AKPC_IDS += "2702,";Popularity: unranked [?] Share and [...]

  3. WordPress 2.8.5 WordPress 2.8.5

    [...] untuk memajukan Free Open Source Software (FOSS) di tanah air dan melepaskan diri dari cengkeraman Microsoft Windows Imperialisme. 1 people like this [...]

  4. WordPress 2.8.4 WordPress 2.8.4

    [...] Setidaknya kami berkeyakinan bahwa banyak hal yang bisa dilakukan bersama-sama kedepannya tentu dengan tetap membawa semangat untuk memajukan Free Open Source Software (FOSS) di tanah air dan melepaskan diri dari cengkeraman Microsoft Windows Imperialisme. [...]

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline