Posted on 19 November 2009. Tags: bencana alam, Bioton, Gempa Bumi, Inti Sari Organik (ISO), lempeng tektonik, Pertanian, pestisida, petani, pupuk kimia, pupuk organik
Bencana alam gempa bumi dalam skala besar yang terjadi beruntun di persada Nuswantara harusnya menjadi sinyalemen bagi kita semua akan adanya ketidakberesan yang terjadi. Tentu bagi mereka yang mempertuhankan rasio punya argumentasi yang berbeda, letak Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Aurasia serta lempeng Pasifik dianggap menjadi penyebab sering terjadinya gempa bumi.
Yang menjadi ‘lucu’ lantas muncul pertanyaan, “Memangnya sejak kapan Indonesia berada di antara pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Aurasia serta lempeng Pasifik?” Lalu pertanyaan berikutnya, “Mengapa kok baru sejak mulai peristiwa gempa dan tsunami Aceh-Nias pada tahun 2005, Indonesia terus menerus tak kunjung henti ditimpa bencana alam dalam skala besar yang menimbulkan korban kemanusiaan yang terhitung banyaknya?” Read the full story
1 person likes this post.
Popularity: 6% [?]
Posted in Kembali ke Alam
Posted on 18 October 2009. Tags: akal pikiran, analisa rasional kuantitatif, bencana alam, budi nurani, Cogito Ergo Sum, Gempa Bumi, jasmani, keselamatan umat manusia, modern, Rene Descartes, ruhani
Kehidupan yang serba modern saat ini mensyaratkan adanya kalkulasi dari setiap tindakan yang akan dilakukan. Pertimbangan untung-rugi, benar-salah, baik-buruk selalu mendominasi dalam setiap pengambilan keputusan. Dan tatkala itu dilakukan, maka sejumlah analisa rasional kuantitatif akan digelar diatas meja rapat.
Angka-angka hitungan baik dalam bentuk proyeksi maupun data-data penunjang memenuhi isi rasio kepala sampai berjejal-jejal seperti layaknya bus dan angkutan umum yang melaju di saat menjelang maupun usai jam kantor. Seakan semua itu memberi jaminan akan sebuah kemutlakan atas setiap keberhasilan yang ingin diraih. Read the full story
Popularity: 3% [?]
Posted in Renungan