Posted on 29 October 2009. Tags: Adam, anarkhisme, arogansi, artikel, brahmana, budaya, dialektis, gender, Hakikat, homo sapiens, intelektual, Joyoboyo, Kebudayaan, Kemanusiaan, Manusia, Naskah Pidato, parokial, patriarki, peradaban, perempuan, Pidato Kebudayaan, Politik, religius, resultante, samawi, Sosial, spiritual, ulama
“Zaman kalabendu iku koyo-koyo zaman kasukan, zaman kanikmatan donya, nanging zaman iku sabenere zaman ajur lan bubrahing donya.
Zaman kalabendu itu seperti jaman yang menyenangkan, jaman kenikmatan dunia, tetapi jaman itu sebenarnya jaman kehancuran dan berantakannya dunia.
(Petikan Jongko Joyoboyo)
Beberapa waktu terakhir ini ada sebuah wacana yang muncul mengepung ruang kesadaran pribadi dari berbagai arah. Bermula dari petualangan maya dari satu blog ke blog lain, dari satu website ke website yang lain, sampai berlanjut puncaknya tatkala hadir sebuah naskah pidato kebudayaan yang kesemuanya itu bicara tentang perempuan. Tentang diskriminasi, tentang ketidakadilan dan penindasan terhadap perempuan, manusia perempuan. Read the full story
Popularity: 6% [?]
Posted in Renungan
Posted on 25 October 2009. Tags: budaya, cacat netra, canda, gurauan, kebahagiaan, kegayengan, Kemanusiaan, kentut, kopi, Mikrolet, niali-nilai, Sosial, supir
Malam itu, waktu menunjukkan hampir pukul 12 malam. Mikrolet yang aku naiki masih berjalan pelan menyusuri jalan untuk memungut penumpang yang masih tersisa.
Tepat di sebuah tikungan jalan, kulihat ada serombonga orang menghentikan mikrolet yang kunaiki. Setelah mikrolet berhenti naiklah serombongan orang tersebut. Aku yang duduk di bagian belakang segera menggeser posisiku untuk memberi ruang duduk begitu tahu yang naik berjumlah lima orang. Read the full story
Popularity: 3% [?]
Posted in Catatan Kecil
Posted on 21 October 2009. Tags: analgetik, analogi, back to nature, buddhism, dosa, emptiness, funky, gengsi, hiperbola, jagad besar, jagad kecil, jiwa, kalbu, Kebudayaan, Kehidupan, Kemanusiaan, ketentraman, makro kosmos, mikro kosmos, Modernitas, nafkah, nurani, pahala, prestise, privacy, Richard Gere, rutinitas, Sang Khalik, seks, sinikal, Sosial, syariat, utopia
Modernitas kehidupan saat ini telah menenggelamkan manusia dalam rutinitas keseharian yang sangat mekanis. Rutinitas yang repetitif setiap harinya dijalani dari detik ke detik, jam ke jam, hari ke hari, waktu ke waktu seperti sebuah labirin yang kita tidak pernah tahu kemana ujungnya. Read the full story
Popularity: 5% [?]
Posted in Renungan